JANJI DI LANGIT AZALI Puisi Zhema Sekian purnama api nyalakan rindu yang dilemma buas, Tak pernah sua diri dalam kenaifan lepas, Sedangkan semesta genggam rahasia renjana bias, Pada dua ruh yang t'lah saling mengenal napas. Di lengang azali sebelum aksara ditulis, Kita pernah menyatu tanpa bayang yang mengiris, Cahaya purba menenun ikrar yang lirih dan tipis, Menautkan dua hakikat dalam hening yang magis. Lalu bumi menjelma musim yang temaram, Menurunkan kabut pada jalan yang terpendam, Satu jiwa berlabuh pada dermaga yang diam, Yang lain menyimpan desir pada relung terdalam. Keyakinan berdiri bagai dinding menjulang tinggi, Memisah arah sembah pada langit yang diyakini, Doa terbang dari kiblat yang tak lagi seirasi, Meski getar batin tetap saling menghampiri. Kita meniti garis samar penuh pertaruhan, Menjaga nurani dari goda yang bertebaran, Menghormati ikrar yang telah lebih dulu ditautkan, Meski dada kerap diguncang kerinduan tertahan. Perasaan itu bagai cahaya redup di ufuk s...
Boundaries in Love By Zhema You came to me, beloved, Clothed in a thousand tender phrases, Each word a soft flame against the chill of night. Yet even in your voice, shadows of if were born, Crawling like whispers through the haze of sorrow. “Why is his nearness veiled from me?” You breathed, your gaze heavy with longing. And I, trembling, answered, “What stirs within your heart, my dearest?” “My father has built a wall before me, Mother— A fortress tall and unyielding.” “Hush,” I whispered, pressing your shoulder gently, “That wall, my child, is but his way of loving you.” Not every barrier is meant to break your stride. Beyond the stone, there lies a secret path. Seek it, and it shall appear, For I have placed my faith in you. A crown awaits upon your brow— You are a king of the morrow. Hear me, my beloved son: A father’s wrath is but a hidden love, A mother’s wrath a silent grief. Flee from the theater of strife, From the tongues that weave discord int...