BAKA Puisi Zhema Aku masih berdiri di Savana, Pejamkan sesaat kedua mata, Rasakan sejenak sejuk udara, Riuh bahagia semesta fauna, Tertegun, kukerling pada dia, Sang bidadari elok rupanya, Hantarkan aroma pada jentera, Kaupun tertaut dalam gulana. Bak obat redakan nestapa, Rajutan kasih kau coba, Apakah esok senyum ada, Yang sejukkan hatimu senantiasa? Kekasih, satu hal kau lupa... Ikatan ini ada sejak baka, Pabila niatmu lepas renjana, Perkenankan kuucap sepatah kata, "Aku melepaskanmu..." Tumbang Miri, 13 Juni 2026.
NADIR Puisi Zhema Tetes hujan membulir pada dedaunan, Kudekap diri dari dingin hembusan, Tersenyum pada napas yang kerap, Ada syukur nadir terucap. Lantas, kau kini limbung? Maju kukuh meski hatimu berdarah? Ketir pada senyum kekasih, 'Kan menawan sisi rapuhmu. Haruskah aku bertepuk tangan? Dalam kabut gelisah kecewa, Sejauh ini kala tengadah ke langit, Mega berarak sampaikan doa, Bahwa kristal harap mulai lebur. Kita miliki harapan... Tumbang Miri, 12 Juni 2026.