PANGLING Puisi Zhema Kerap hadir tanya begitu dalam, Di mana akal diri saat durja kuasa? Empaskan kilau kecerdasan yang lekat, Menjadi debu bertebaran putus asa. Apakah renjana genggam jiwamu? Kau linglung lalu pangling, Padahal itu sekadar delusimu semata, Bangunlah dari mimpi panjangmu, kasih! Tegaplah berdiri di antara dekap armor! Biarkan anak panahmu lesat, Tebas setiap inci batas waktu kaku, Kaulah raja untuk kerajaanmu sendiri. Meskipun kelak langkahmu tertatih, Usah desau risau terbeban, Aku 'kan selalu di sisimu, Sebagai napas bahkan aliran darahmu. Tumbang Miri, 9 Juni 2026.
Puisi, Cerpen, Cermin, Best Practice, Quotes, dan lain-lain.